Teknologi adalah ; 1) Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan 2) Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
SUB-BIOSPHERE 2, KOTA BAWAH LAUT MASA DEPAN
Sub-Biosphere 2 diklaim bisa menampung hingga 100 orang dalam satu kubahnya. Di setiap kubah sudah dirancang agar produksi makanan, udara, lapisan biosfer, laboratorium, tersedia lengkap. Singkatnya, dalam kubah seluas 1.105 kaki ini manusia ak memerlukan kebutuhan lain dari dunia luar.
Color Booth Pro
Color Booth Pro adalah sebuah aplikasi editing foto, dimana pengguna bisa menggunakan aplikasi Color Booth Pro ini untuk mengubah warna mata, sehingga akan menghasilkan warna mata seperti menggunakan kontak lens. Anda bisa mengunduh aplikasi ini di google play yang tersedia dalam 2 versi yakni gratis dan ada yang berbayar.
Komputer Tablet
Tablet PC adalah laptop atau komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer.
PRINTER 3D (AI)
Teknologi printer bukan hanya bisa mencetak tulisan atau gambar di atas kertas. Namun juga dalam bentuk barang melalui printer 3D. Printer 3D pada dasarnya adalah mesin yang mampu membuat obyek solid 3 dimensi dalam berbagai bentuk yang berasal dari model digital.
Teknologi pertcetakan 3 dimensi di duga akan jadi salah satu tren teknologi di masa mendatang. Printer 3D adalah alat cetak dalam bentuk 3 dimensi atau yang disebut stereolithography-- objek tiga dimensi dibuat dengan meletakkan lapisan bahan secara berturut-turut.
Sejak teknologi teknologi ini ramai digunakan, komunitas dunia mulai bereksperimen dengan membuat berbagai hal. Kini mesin cetak 3 dimensi juga bisa membuat mimpi masa anak-anak kita menjadi kenyataan. Contohnya membangun rumah ataupun bangunan-bangunan besar dengan mesin tersebut.
Satu perusahaan teknik di Italia bernama World's Advanced Saving Project (WASP), baru-baru ini umumkan mesin 3 dimensi mereka yang diduga adalah terbesar di dunia. Rancangan ini dibuat untuk cetak rumah atau bangunan lainnya dengan memakai bahan-bahan organik. Dikutip dari Geeky Gadgets, mesin setinggi 12 meter ini dapat menggunakan tanah liat sebagai bahan cetakannya.
Foto dari www.wasproject.it
Melalui situs resmi WASP, perusahaan itu mengklaim sebagai pembuat mesin cetak 3 dimensi dalam berbagai ukuran-- dan baru-baru ini mengumumkan akan fokus untuk menyebarkan kebaikan bagi umat manusia.
Pada tahun lalu, perusahaan ini memamerkan mesin cetak 3 dimensi setinggi 4,5 meter yang dapat mencetak menggunakan lumpur, tanah liat, atau serat alamiah. Sekarang, mereka telah menciptakan Big Delta-- yakni mesin cetak 3 dimensi setinggi 12 meter!
Foto dari www.wasproject.it
Mesin cetak ini didukung oleh kerangka logam paday yang membentuk lingkaran dengan garis tengah 6 meter. Kemudian alat sembur (nozzle) akan memutar dan sekaligus berfungsi sebagai pelepas campuran bahan baku cetakan. Menurut laporan, hanya diperlukan daya 10 watt untuk mencatu semprotan ini.
Mesin cetak ini dapat menggunakan bahan lumpur dan tanah liat yang akan disertai dengan campuran bahan kimia atau semen sebagai penguat. Perusahaan ini juga sedang melakukan uji coba terhadap pembuatan bahan cetak 3 dimensi yang dapat mencegah serangga merambat pada dinding.
Foto dari www.wasproject.it
Penggunaan dan bongkar-pasang mesin yang mudah serta bahan yang pada umumnya bisa ditemukan di mana-mana-- membuat teknologi ini bisa dimanfaatkan di wilayah yang terkena bencana ataupun pembangunan negara berkembang.
Menurut laporan WASP, kota Iglesias di pantai Selatan pulau Sardinia, telah menyatakan ketertarikannya untuk menguji Big Delta, dan tempat itu kemungkinan besar akan menjadi tempat pertama pembangunan perumahan yang akan memanfaatkan teknologi mesin cetak raksasa itu.
Menurut Geeky Gadgets, WASP diduga akan ikut serta pamerkan Big Delta di Massa Lombarda di Italia pada 18 hingga 20 September 2015.
Kita hidup di era makanan bisa datang dengan satu panggilan telefon-- sementara barang yang dijajakan di belahan dunia lain bisa didatangkan dengan satu sentuhan mouse.
Dalam jangka waktu beberapa tahun, mungkin kita tidak lagi harus kebingungan mencari benda yang hilang dalam kamar, satu kesulitan yang masih dialami oleh orang-orang di berbagai bagian dunia sampai sekarang ini.
Perusahaan Estimote kini sedang mengembangkan teknologi pencari benda. Dengan memanfaatkan perangkat Bluetooth, Anda bisa mencari benda semudah memasukkankeyword dan menekan tombol search.
Kepingan Estimote dilengkapi sistem Bluetooth. (foto: Estimote)
Sejak awal, Estimote berniat menciptakan sistem untuk dunia nyata, dan kini visinya sudah selangkah menjadi kenyataan. Perusahaan perangkat keras dan lunak asal Polandia ini menciptakan stiker yang dilengkapi teknologi Bluetooth yang bisa di-enable.
Nantinya, jaringan Bluetooth ini akan tersambung dengan telepon genggam Anda melaluiaplikasi-- dan jika barang tidak dapat ditemukan, stiker yang sudah di-enable pada barang itu akan ‘memberitahu’ keberadaannya melalui ponsel.
Kepingan Estimote dilengkapi sistem Bluetooth. (foto: Estimote)
Salah satu pendiri Estimote, Steve Cheney mendasari misi perusahaannya dalam satu bentuk pertanyaan: “Bagaimana jika di dunia nyata, Anda bisa memiliki kotak pencarian, dan bisa menemukan barang Anda di dalamnya?”
Kini ‘kotak’ tersebut pun telah terwujud. Mulai minggu ini, teknologi ini sudah memiliki platform.
Lokasi barang yang sudah ditempel dengan stiker akan terdata pada cloud storage– sistem penyimpanan dalam jaringan internet. Jika Anda mencari benda yang sudah Anda ‘simpan’-- contohnya buku, Anda hanya perlu memasukkan keyword yang sudah diinput, lalu mencarinya melalui ponsel, sama seperti Anda mencari lewat Google.
Kepingan Estimote dilengkapi sistem Bluetooth. (foto: Estimote)
Hanya sejumlah perusahaan yang sudah menggunakan teknologi ini. Seperti Target, alat ini dapat membantu pelanggan untuk melacak lokasi barang yang mereka cari. Sistem ini akan sangat bermanfaat bagi toko yang memiliki bangunan luas.
Kepingan Estimote dilengkapi sistem Bluetooth. (foto: Estimote)
Dikutip Wired, Cheney menganggap aplikasi ini bisa membantu tempat-tempat yang memiliki banyak peralatan mahal dan penting-- seperti rumah sakit. Hal yang sama juga berlaku dengan sekolah yang memiliki fasilitas canggih seperti iPad. Menghindari resiko barang hilang berarti menghemat uang dan meningkatkan produktifitas.
Namun, sistem interaktif ini masih memiliki kelemahan-- yakni bergantung pada input manusia dengan menempelkan stiker. Kelemahan ini akan dianggap sebagai kendala bagi desainer dan pengembang sistem ini untuk ke depannya.
Pengguna Facebook saat ini memang telah menembus angka milyaran. Dengan pengguna sebanyak itu, Facebook harusalah memberikan penyegaran terhadap layannya, agar pengguna tidak merasa bosan dengan tampilan yang itu-itu saja. Nah, kali ini Facebook sedang menguji coba tampilan baru pada versi aplikasi Mobile.
(Kredit: BBC)
Tampilan tersebut adalah video profil yang mana jika ada pengguna lain yang melihat profil Anda, maka mereka akan melihat gambar bergerak berulang-ulang ala format GIF. Dengan tampilan baru ini, maka profil Anda tidak tampil secara monoton.
Seperti yang dilansir BBC, Kamis (1/10/2015), tampilan video profil pada Facebook untuk versi mobile ini masih dalam tahap uji coba yang dilakukan oleh Facebook di Inggris. Sementara untuk negara lainnya, belum diketahui kapan akan dirilis tampilan video profil ini.
Pada tahap uji coba ini, hanya sebagian pengguna saja yang akan mendapat pemberitahuan yang mengajak pengguna tersebut untuk mengaktifkan dan mengunggah “Looped Video” tersebut yang kemudian diterapkan pada profil picture mereka. Bagi pengguna yang telah menerapka fitur tersebut pada profil mereka, maka fitur tersebut akan menampilkan gambar bergerak selama tujuh detik.
Tak hanya menguji fitur video profil saja, Facebook juga tengah menguji fitur profile picture temporer, yang mana foto profil akan berganti-ganti sesuai waktu yang ditentukan. Selain itu Facebook juga pernah menerapkan filter pelangi pada Celebrate Pride. Selain mengatur tentang waktu pergantian foto profil, Facebook juga tengah mengatur tampilan antarmuka baru pada aplikasi Facebook Mobile, yang mana menampilkan gambar lebih besar serta foto profil berada di tengah.
Seperti yang telah kita ketahui, Facebook memang telah memperbarui fitur autoplay video yang ada di timeline atau linimasa. Dengan aktifnya fitur autoplay tersebut maka kiriman video apapun yang ada di timeline versi aplikasi mobile atau versi desktop secara otomatis akan diputar.
Ilustrasi (Kredit: Edelman)
Hal ini tentu tidak masalah jika sedang menggunakan jaringan WiFi, namun akan memberatkan pengguna jika menggunakan data internet seluler. Terlebih fitur ini tetap aktif meski smartphone menggunakan jaringan 3G/HSDPA/LTE. Sebenarnya tujuan Facebook ini mempermudah pengguna agar tidak perlu repot-repot mengetuk video pada timeline untuk memutarnya.
Namun bagi pengguna Facebook khususnya yang menggunakan aplikasi mobile pada smartphone dan menggunakan data seluler dengan kuota yang terbatas, tentu hal ini sangat menjengkelkan. Pasalnya, kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan paket data seluler terbatas/limited dan jika paket tersebut habis dengan cepat karena memutar video yang tidak dikehendaki, maka pengguna harus menambah biaya ekstra untuk membeli paket internet.
Sebenarnya pihak Facebook mengizinkan fitur ini untuk dimatikan, dan Facebook pun tidak mempersulit bagaimana cara mematikannya. Bagi Anda yang ingin mematikan fitur ini, dapat mengikuti langkah-langkah berikut.
Tombol opsi berbentuk segitiga/panah yang mengarah ke bawah
Untuk versi desktop Anda dapat mengklik tombol opsi yang ada di sudut kanan atas berbentuk segitiga (klik gambar di atas), kemudian pilih pengaturan. Setelah masuk ke pengaturan, pilih video yang terletak di pilihan paling bawah. Setelah masuk ke pengaturan video, Anda akan mendapati dua pilihan pengaturan tentang video.
Pilihan pertama adalah pilihan kualitas video yang akan diputar pada Facebook, pilihan yang ada adalah kualitas SD dan HD. Nah, sedangkan untuk fitur autoplay sendiri berada di pilihan kedua, Anda dapat mematikan atau menyalakan fitur ini sesuai kebutuhan Anda.
Sedangkan untuk perangkat mobile Android seperti smartphone atau tablet, dapat menekan tombol garis-garis yang ada di sisi kanan dalam Aplikasi Facebook, kemudian pilih pengaturan aplikasi. Setelah itu pilih “Video diputar secara otomatis” dan Anda akan disuguhkan tiga pilihan untuk fitur autoplay ini, yakni “On”, “WiFi Only”, dan “Off”.
Sebaiknya, pengguna dengan paket data seluler yang terbatas, lebih cocok memilih pilihan “WiFi Only”, karena saat menggunakan data seluler maka fitur autoplay tidak menyala, dan jika sedang tersambung dengan WiFi maka fitur tersebut otomatis menyala.
Bagi Anda pengguna perangkat iOS seprti iPhone atau iPad, cara untuk mengatur fitur autoplay berbeda dengan Android. Caranya adalah, Anda harus masuk ke “Setting” yang ada di menu iPhone atau iPad, bukan masuk ke aplikasi Facebook.
Setelah masuk ke pengaturan carilah aplikasi Facebook, kemudian pilih “Setting”. Selanjutnya cari pilihan “video” dan pilih “Auto-play”. Kemudian Anda dapat memilih pengaturan sesuai kebutuhan Anda. Semoga tips berikut ini dapat membantu dan bermanfaat bagi Anda.
Media sosial Facebook memang telah dikenal oleh masyarakat dengan tombol ‘Like’ yang selalu indentik dan hadir pada postingan populer atau menarik. Namun Facebook kini diberitakan akan menghadirkan tombol ‘Dislike’ yang akan hadir berdampingan dengan tombol like. Rencana ini pun datang dari CEO sekaligus penidiri Facebook, Mark Zuckerberg.
Namun tombol ini tidak ditujukan untuk kejahatan, itulah setidaknya rencana dari Zuck. Ia merencanakan hadirnya tombol ‘Dislike’ untuk memberikan pilihan yang lebih bernuansa untuk memberikan reaksi pada postingan. Yang terpenting, Facebook tidak ingin tombol “Dislike” disalahgunakan seperti tidak menghormati postingan atau melecehkan seseorang, dan yang pasti Zuck tidak ingin Facebook menjadi forum yang memberikan suara suka atau tidak suka seperti yang ada pada Reddit.
Sebaliknya, Zuck ingin tombol “Dislike” ini digunakan sebagai nada untuk lebih berempati atas postingan seseorang. Jadi, ketika seseorang berbagi sesuatu yang menyedihkan semisal kehilangan pekerjaan atau orang yang dikasihi meninggal dunia, pengguna tidak harus lagi merasa aneh atau canggung untuk menekan tombol ‘Like’ untuk berempati, sebaliknya akan ada tombol ‘Dislike’ untuk untuk menunjukan rasa empati. Zuck menekankan bahwa tombol ‘Dislike’ ditujukan untuk tidak menyukai kejadian yang buruk, bukan tidak menyukai kiriman dari seseorang.
Dengan hadirnya tombol ini, pengguna tidak harus lagi merasa canggung, atau bahkan jika memberikan komentar itu terlalu sulit dilakukan, maka pengguna hanya perlu menekan tombol ini untuk menunjukan rasa empatinya. Namun pada penerapannya kedepan akan menjadi sangat sulit, karena pengguna kemungkinan tidak membedakan fungsi tombol ini. Atau bahkan nantinya banyak yang menyalahgunakannya seperti melecehkan seseorang atas postingan yang justru merupakan kiriman menggembirakan.
Siapa yang tak pernah membuka situs berbagi video YouTube? Pastinya Anda semua pernah membuka situs YouTube, baik untuk mencari sarana hiburan atau mencari beragam panduan, seperti panduan memasak, atau panduan dalam memperbaiki sesuatu.
Selain itu, Anda pasti pernah melihat iklan yang tampil saat sebelum video yang Anda pilih muncul. Atau terkadang iklan tersebut muncul di tengah-tengah saat Anda sedang menyaksikan video. Jika Anda merasa terganggu dengan iklan-iklan tersebut, kini Anda dapat menghilangkannya.
Jika memang Anda merasa terganggu dengan iklan-iklan yang muncul, kini YouTube menawarkan sebuah program bernama YouTube Red. Program ini akan memberikan beberapa benefit, yang tentunya tidak pernah dirasakan sebelumnya. Jika ingin menyaksikan video yang telah lihat berkali-kali, Anda kini dapat menyimpannya secara langsung pada perangkat komputer atau perangkat smartphone Anda.
Namun untuk dapat menikmati fitur ini, Anda perlu berlangganan setidaknya sekitar 9.99 USD atau sekitar 135 ribu Rupiah dalam sebulan. Program berlangganan ini baru saja dirilis oleh YouTube dan dapat dinikmati pada tanggal 28 Oktober mendatang untuk wilayah Amerika Serikat.
Tidak hanya itu, YouTube juga merilis YouTube Music yang dirancang untuk Anda yang gemar mendengarkan musik dan memberikan pengalaman tersendiri dalam memutar musik. Anda cukup pilih album musik favorit Anda dan lagu tersebut akan menemani Anda dalam beraktifitas sehari-hari.
Namun bagi Anda yang tidak ingin berlangganan tidak perlu khawatir, karena Anda tetap dapat menyaksikan video pilihan Anda, meskipun terdapat iklan yang akan ditampilkan.
Anak pada usia 9 tahun kebanyakan masih senang bermain di luar, berimajinasi dan mengeksplor sesuatu yang menarik bagi mereka. Namun ketertarikan itu tidak hanya sebuah khayalan seperti memimpikan yang ada di dongeng-dongeng, namun juga ketertarikan terhadap teknologi.
Salah satunya adalah Reuben Paul yang tertarik akan dunia teknologi. Meskipun masih berusia 9 tahun, jangan anggap remeh kemampuan dari bocah asal Austin, Texas, Amerika Serikat ini. Paul adalah seorang hacker, pengembang aplikasi, serta pakar keamanan dunia maya. Bagaimana, masih biasa terlihat saja? Bagaimana jika posisi bocah 9 tahun ini teryata adalah seorang CEO? Ya, Paul adalah seorang CEO sebuah perusahaan startup yang berkembang di dunia game, Prudent Games.
Tidak hanya itu saja, ternyata Paul adalah salah satu pembicara yang dihormati dan disegani oleh kalangan hacker karena kemampuannya yang menakjubkan untuk anak seusianya. Bahkan baru-baru ini, Paul yang berketurunan India ini menghadiri Ground Zero Summit 2015, sebuah acara pertemuan antar ahli keamanan dunia maya, serta ajang perkumpulan hacker terbesar di dunia. Bahkan pada tahun lalu, Paul membacakan sebuah pidato pembukaan pada acara yang sama, Ground Zero InfoSec Summit 2014.
Dia ingin mengajarkan kepada anak-anak untuk dapat memiliki kemampuan di bidang kemanan dunia maya. Maka, dari situlah dia mendirikan Prudent Games yang menyediakan beberapa game edukatif. Salah satunya adalah Crack Me If You Can, yang mengajarkan bagaimana membobol sebuah password secara bruteforce, namun dengan tampilan yang menyenangkan.
Paul sendiri mengutarakan bahwa dirinya ingin menjadi sebuah ahli sebuah keamanan internet yang baik, karena dia merasa di internet sendiri memerlukan keamanan ekstra, baik sebagai pengakses dan penyedia.
Gimana? Tertarik untuk mengajarkan anak Anda untuk mengikuti jejak Paul yang sudah menduduki posisi CEO di usianya yang masih belia?